SUMUT-TERKINI.COM|MEDAN - Sumatera Utara, sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan potensi alam dan sumber daya manusia yang melimpah, masih menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini hanya mencapai sekitar 4,5 persen, di bawah target nasional 5 persen (data BPS Sumut). Tingkat kemiskinan di Medan dan sekitarnya masih di atas 7 persen, sementara sektor pertanian, pariwisata, dan industri pengolahan belum optimal. Namun, dengan strategi holistik yang tepat, Sumatera Utara dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.
Potensi ekonomi Sumatera Utara sangat besar. Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional (KSN) mampu menarik jutaan wisatawan jika infrastruktur dan promosi ditingkatkan. Sektor perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi mendominasi 40 persen PDB provinsi, sementara pelabuhan Belawan dan Bandara Kualanamu siap menjadi pusat logistik. Tantangannya adalah ketergantungan pada komoditas primer, rendahnya investasi asing (hanya Rp 15 triliun pada 2025), dan kurangnya diversifikasi. Di sinilah diperlukan intervensi pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
*Strategi Utama Peningkatan Ekonomi.*
Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dalam lima tahun ke depan, berikut strategi konkret yang dapat diimplementasikan:
Pengembangan Infrastruktur dan Logistik
Prioritaskan penyelesaian jalan tol Trans-Sumatera sepanjang 300 km di Sumut, yang akan memangkas biaya logistik hingga 30 persen. Integrasikan Pelabuhan Belawan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sekitar Medan untuk ekspor produk agroindustri. Pemerintah provinsi Sumut bisa berkolaborasi dengan Kementerian PUPR melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha).
*Diversifikasi Ekonomi melalui Pariwisata dan Industri Kreatif*
Optimalkan Danau Toba dengan investasi Rp 10 triliun untuk homestay berkelanjutan dan festival Budaya Batak. Kembangkan industri kreatif berbasis UMKM, seperti animasi dan video produksi di Medan, yang bisa menyerap 100.000 tenaga kerja muda. Program pelatihan digital untuk 50.000 wirausaha melalui ekosistem untuk mempercepat transformasi.
*Pemberdayaan Sektor Pertanian dan Perkebunan.*
Berbasis Teknologi
Terapkan pertanian presisi dengan drone dan AI untuk meningkatkan hasil panen kopi Gayo dan sawit hingga 20 persen. Bentuk koperasi digital untuk petani di Deli Serdang dan Simalungun, dihubungkan langsung ke pasar ekspor. Ini akan mengurangi kesenjangan petani kecil dan meningkatkan pendapatan rumah tangga hingga Rp 5 juta per bulan.
*Investasi SDM dan Pendidikan Vokasi*
Bangun politeknik vokasi di tiap kabupaten dengan kurikulum industri 4.0, bekerja sama dengan perusahaan seperti PTPN II. Targetkan 70 persen lulusan SMK terserap kerja dalam enam bulan melalui program magang. Ini krusial mengingat 60 persen penduduk Sumut berusia produktif di bawah 35 tahun.
*Reformasi Tata Kelola dan Anti-Korupsi*
Perkuat sinergi dengan Lembaga Swadaya Masyarkat (NGO) cabang Sumut untuk transparansi anggaran daerah. Implementasikan e-goverment penuh untuk perizinan usaha dalam 24 jam, menarik investor domestik dan asing. Kolaborasi dengan media sosial akan memastikan akuntabilitas.
*Manfaat bagi Kesejahteraan Masyarakat*
Implementasi strategi ini akan menciptakan 500.000 lapangan kerja baru dalam tiga tahun, menurunkan pengangguran dari 6 persen menjadi 4 persen, dan meningkatkan IPM Sumut ke level 75. Masyarakat di pedesaan seperti Tapanuli dan Nias akan merasakan peningkatan pendapatan melalui rantai nilai yang inklusif. Kesejahteraan bukan hanya soal angka, tapi juga akses pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bersama Gubernur Sumut terpilih, harus segera membentuk Satgas Ekonomi Berkelanjutan. Swasta dan masyarakat sipil, termasuk organisasi komunitas di Medan, berperan aktif dalam monitoring dan inovasi. Dengan komitmen bersama, Sumatera Utara bukan lagi penonton, melainkan pemimpin ekonomi Indonesia Timur. Mari kita wujudkan Sumut Maju untuk Indonesia Emas 2045!
Penulis adalah Sekjend DPW IMO Sumut di Medan dan Pemerhati Ekonomi dan Pembangunan.
Oleh: Fajar Trihatya, SE
